30 Okt 2012

Deserve to be asked

Tidak ada komentar:
Questionable  things (part 1):

1. Why do people create such as horror drama/ movie, I dont think its beneficial at all ?
2. Why there is no shop without "celana pensil" ? I dont like it. but no one sell except "celana pencil" ?

15 Okt 2012

NES Creatures

Tidak ada komentar:
I wonder how it looks like inside the brain of someone who always shares you the negative energies.Critic without solution, blaming with no reason, motivate you by describing the worse condition “if” you failed.His Main general speech: “  I’ am busy, but you just pretend to be busy “
 This creature is busy meanwhile you just pretend to be busy. Announce to others your mistake and silent (like in burial ground) if you achieve better. 

I call him “negative energy spreader “stay away from this kind of creature”.
These Creature familiar words:I` am busy, but you just  pretend to be busyI have lot work to do, meanwhile you just confuse since nothing to do   I m a hundred percent believe
There must be no sun in its dayThere must be no others better human than him (he believe on that)No flower in his mindNo space for lugh in his dictionary..

What?? Wanna Say something?

28 Sep 2012

My Brain`s Complaint.

Tidak ada komentar:
Oke.
I need to tell you that my brain is in the a not stable condition.
This is related with my job. everyday, 7 hours a day, 40 hours a week, i need to sit in front of my computer, input the data, and sometimes talk on the phone, go to the other room talk again, give announcement, manage the files etc.  and I repeat it everyday. My brain do not work harder. it is follow the same pattern. well, I`m sure that by brain feel stuck. my brain need to actively-activated. I want something that encourage my brain to work speed, think seriously, spread the ideas, hot discussions, execute the ideas into actions,  full of perfect planning/programs. down to the field, interact with others. etc.
well,
Perhaps those are just  the hidden-wishes of my extrovert character. I hope, blogging will help me to push my brain to work and think, i can write anything,  as refreshing and adventure.  I will find the way to make my job become a beautiful activities. However, Alhamdulillah. thank you for your gift God, you know th best for me. its just I am a human being that sometime feel tired and bored.    

28 Agu 2012

Gosok baju

2 komentar:
Aku baru saja disuruh kerja berat
kerja paksa,
 romusha
rodi,
dunia emang ga adil
padahal kemapuan manusia ada batasnya

bayangkan,
seluruh tenagaku terkuras
keringat bercucuran
tenaga habis

bayangkan,
aku harus
menyetrika baju yang menggunung,
sudah 3 jam lebih
dimalam hari
diluar jam kerja normal

bayangkan,
setumpuk
setinggi gunung

bayangkan,
semua baju itu 
adalah baju-baju ku sendiri


bayangkan,
bayangkan,,

24 Agu 2012

Mandi 5 kali sehari

Tidak ada komentar:
Ada yang bilang,

shalat 5 waktu sehari-semalam
membersihkan dosa-dosa.
diibaratkan,
mandi 5 kali sehari-semalam,
pasti bersih banget kan ?

Insya Allah..

Mari Syukuri hari ini.

Good Bye Ramadhan

Tidak ada komentar:
Di bulan Ramadhan
mencapai derajat takwa.

Di hari ID,
kembali fitrah
kembali suci
terhapus dari dosa seperti bayi yang terlahir kembali.

Tuhan,

seandainya derajat takwa itu di-scale-kan
yang paling-paling bertaqwa itu 100 %
maka Hamba Mu yang posting tulisan ini
paling hanya 1 % ya Tuhan
target ibadah di Bulan Ramadhan tidak tercapai semua
tapi sudah berusaha semampu mungkin.


seandainya kembali fitrah itu di-scale-kan
yang benar-benar kembali fitrah misalnya 10
maka Hamba Mu yang posting tulisan ini
cuman paling 6 atau 7 ya Allah
itupun penilaian yang amat sangat subjektif.

Engkau yang lebih tahu..


Ada yang mengatakan
kalau manusia yang mendapat malam lailatul qadar
adalah apabila ibadah dan amal mereka berobah
jadi lebih baik setelah ramadahan
hal itu tetap dipelihara sampai akhir hayat
kurva ibadah dan amal memiliki grafik naik dengan konstant

Ya Tuhan,
Semoga Hamba " kurva "  dengan garfik naik juga
Amiin.

walaupun iman itu naik turun,
tapi titik terendah dan titik tertinggi,
bisa berobah angka kan?

misalnya
dahulu :
titik terlemah iman : ga shalat shubuh
sekarang :
titik terlemah iman : ga shalat sunat fajar

dahulu :
titik tertinggi iman : semua shalat wajib + sunat dikerjakan
sekarang   :
titik tertinggi iman : semua shalat wajib, berjamaah +shalat sunat +tahajud

Mari berobah..

Mari kita syukuri hari ini  ^.^





4 Apr 2012

Wasting-Time Things

Tidak ada komentar:
Wasting-Time Things

1. Fixed error printer
2. Look for the missing file
3.  Worries & Think too much

What the hell..

10 Nov 2011

Rekanku dan Sajadah-isme

1 komentar:


“Shaf lurus dan rapat..”
Kalimat ajakan sang imam terdengar seperti ultimatum yang langsung menghentikan secara otomatis suara-suara riuh-rendah anak-anak TPA yang sedang kasak kusuk di shaf belakang. Ah, tidak..masih ada yang terdengar meribut. Kalau suara tersebut sudah diluar tahap yang bisa ditolerir oleh para Ibu-Ibu dan Amak-Amak yang berdiri di sebelahku, pasti kalimat Imam tadi akan disusul oleh kalimat seruan mereka yang memperingatkan lagi shaf anak-anak di belakang supaya diam,yang isinya paling anak mereka sendiri atau anak tetangga dekat mereka. Sekilas kulayangkan pandangan ke arah mereka, dan tersenyum. Mereka terlihat imut dan manis dalam mukena putih dengan hiasan motif warna-warni yang ceria. Dan seruan peringatan itu, biasanya akan menjadi suara terakhir yang terdengar di ruangan itu sebelum suara merdu takbiratul ikhram terdengar. 
senja ini, adegan yang melibatkan Amak-Amak dan anak-anak di shaf belakang terulang kembali. Adegan yang menurutku adalah salah satu contoh sepele tapi riil dari panggung kehidupan dimana terjadi transfer nilai-nilai religi dan pewarisan kebiasaan dari generasi ‘awal’ ke generasi penerus sesudahnya. Aku sedang merapikan mukena yang kupakai bersiap-siap untuk ‘berangkat dengan kapal’ sesudah semua awak/penumpang dipanggil naik oleh seorang makmum lewat ‘iqamat’. Kami para penumpang kasak-kusuk merapikan barisan. Aku melihat ke arah kanan dan kiri untuk merapikan shaf, dengan segera ku rapatkan badanku ke sebelah kanan, ke sisi tengah shaf. Begitu selesai, kulihat rekan makmum disebelahku sedang menggelar sajadahnya. Sayang, posisi sajadahnya tersebut masih berjarak kira-kira 2 jengkal dari pinggir terluar karpet tempatku sujud. Aku bisa perkirakan, jaraknya lumayan banyak. Bahkan jika saat itu ada anak umur 6  tahun yang ikut shalat, pasti dia bisa sukses berdiri diantara aku dan rekanku tersebut. Takbiratul ikhram yang sakral itu sudah terdengar, segera, dengan senyum di wajah, ku gamit tangan rekanku tersebut dan kutarik pelan, dengan isyarat supaya lebih merapatkan lagi shaf-nya ke arahku.dia melihat ke arahku, dan aku yakin pasti mengerti maksudku.kulepaskan tangannya. Berharap dia akan melangkah mendekat dan menggelar lagi sajadahnya di posisi yang baru. Sayang 2x, senyuman dan isyaratku dibalas dengan tanpa isyarat. Rekanku tersebut, tanpa ba bi bu, langsung mulai shalat setelah selesai melihat ke arah wajahku…
…
Ya sudahlah…aku pun mulai shalat…
….
Itu bukan sekali-dua pengalamanku sesama rekan makmum dan sajadahnya,tapi sudah sering..
Setauku, dalam shalat berjamaah sangat dianjurkan untuk merapatkan shaf. Rapat artinya bahu luar saling bersentuhan antar makmum, pagian pinggir luar telapak kaki juga saling bersinggungan. Ini sangat dianjurkan, Itulah kenapa imam selalu mengingatkannya sebelum shalat dimulai. Tapi yang sering kutemui adalah bukan shaf-nya yang dirapatkan,tapi yang dirapatkan adalah ‘pinggiran sajadah dengan pinggiran sajadah’ lainnya. Dan sang empunya sajadah stay si tengah sajadah-nya tersebut, seolah-olah itu adalah wilayah teritorial yang harus dipertahankan, apalagi kalau sajadah yang big size, jarak antar makmum semakin besar.   
Kalau aku sih, yang penting merapatkan badan ke makmum di sebelah apakah saat itu Aku membawa sajadah atau tidak, yang penting rapat.
Ehmm…
Seperti biasa, jika ada hal yang kupahami, dan berseberangan dengan apa yang kujumpai, pasti akan ada pertanyaan-pertanyaan, itu tidak akan terpuaskan hanya dengan memberi jawaban netral kepada diriku sendiri;
Oh..mungkin rekan makmum mu tersebut tidak menyadari jarak shaf,  
Oh, mungkin karena dia sudah konsentrasi duluan mau shalat jadi ga ngeh tentang jarak shaf,
Oh, mungkin karena beliau sudah tua, jadi butuh space banyak pas duduk antara dua sujud nanti…
…..
Tapi harus ada sikap dari diriku tentang ‘fenomena’tersebut.

Bisa jadi memang, karena kondisi setiap orang itu beda-beda,,
 Bisa Ikut shalat berjamaah itu bagus, kereen malah, insya allah memperoleh segala kebaikannya.
Tapi tetap saja sajadah hanya instrument tambahan pelengkap yang seyogya-nya tidak mengurangi nilai-nilai atau prosedur tata cara pelaksanaan shalat berjamaah itu sendiri,,

 wallahu alam...
^-^